
Waktu pertama kali aku denger berita bahwa produksi jagung Indonesia tahun ini tembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, rasanya campur aduk. Ada rasa bangga, kagum, sekaligus sedikit heran kok bisa ya?
Aku langsung keinget momen waktu bantuin program pelatihan pertanian di Blora, Jawa Tengah. Di sana, jagung bukan cuma makanan pokok, tapi juga napas hidup ribuan petani. Mereka nanam jagung bukan karena ikut-ikutan, tapi karena udah ngerti betul jagung itu stabil, tahan cuaca, dan makin hari makin laku.
Angka Produksi Jagung Melonjak Tajam
Menurut data dari Kementerian Pertanian, produksi jagung tahun ini mencapai lebih dari 20 juta ton, angka yang belum pernah tercapai sebelumnya. Ini bukan main-main. Bahkan beberapa wilayah seperti Gorontalo, Dompu, dan Bone dilaporkan mengalami lonjakan produksi lebih dari 15% dibanding tahun sebelumnya.
Aku sempet ngobrol lewat telepon sama Pak Ruli, petani jagung di Sumbawa yang pernah aku kenal lewat program pendampingan. Dia bilang, “Dulu tanam jagung itu kayak ngadu nasib. Sekarang? Panen bisa 7 ton per hektar. Bahkan tetanggaku sempat dapet 9 ton. Gila sih, nggak nyangka.”
Apa Rahasia di Balik Produksi Tertinggi Ini
Petani sekarang nggak lagi pakai benih asal-asalan. Banyak yang udah paham pentingnya benih hibrida berkualitas, yang bisa ningkatin hasil panen hingga dua kali lipat. Belum lagi penggunaan alat tanam modern dan drone untuk pemantauan lahan.
Waktu aku ke Ngawi beberapa bulan lalu, aku sempat lihat langsung demo penggunaan drone sprayer buat semprot pupuk cair ke lahan jagung. Hemat waktu, hemat tenaga, dan efisien banget.
Banyak petani yang dulu nggak tahu cara hitung modal dan hasil, sekarang udah mulai melek pembukuan. Program pendampingan dari BUMDes atau koperasi lokal banyak bantu mereka lebih rapi dalam kelola usaha tani. Dan soal akses permodalan Sekarang lebih mudah lewat program KUR Tani, bunga rendah dan prosesnya cepat. Pak Ruli bilang, “Dulu pinjam uang kayak mimpi. Sekarang bisa modal beli pupuk sama sewa traktor.
Peluang Besar di Depan Mata
Kalau tren ini terus dijaga, Indonesia bisa benar-benar mandiri jagung bahkan jadi eksportir kuat. Produk turunannya juga banyak banget: pakan ternak, tepung jagung, minyak jagung, sampai bioplastik.
Dan buat generasi muda, ini bukan lagi sektor yang ‘kuno’. Justru sekarang pertanian jagung bisa jadi ladang emas asal mau belajar dan mau turun ke lapangan.