Petani Kelapa Senang Harga Mencapai Level Tertinggi

Waktu ngopi bareng Pak Daeng petani kelapa senior di pinggiran Polewali, Sulawesi Barat. Orangnya sederhana, senyumnya selalu ramah, tapi kali itu beda. Ada semacam kebanggaan di wajahnya. Sambil sesekali ngelus jenggotnya, dia bilang, “Alhamdulillah, harga kelapa naik. Sudah kayak zaman emas dulu.”

Gue sempet kaget juga. Maksudnya, iya sih, gue denger kabar dari berita dan grup-grup tani kalau harga kelapa, baik tua maupun muda, lagi naik tajam. Tapi ngelihat langsung ekspresi para petani yang ngerasain dampaknya tuh… beda banget.

Buat petani kecil kayak Pak Daeng, kenaikan harga kelapa itu bukan cuma soal untung, tapi soal harapan. Soal akhirnya mereka bisa napas lega setelah bertahun-tahun harga anjlok dan biaya produksi makin tinggi. Pernah loh, harga kelapa cuma nyentuh Rp800 per butir. Nggak nutup modal! Tapi sekarang? Di beberapa daerah udah tembus Rp2.000–Rp3.000 per butir. Gokil sih.

Harga Kelapa Ini Underrated Banget

Padahal produk turunannya banyak banget: minyak kelapa, santan, sabut, arang tempurung, cocopeat… dan semua itu sekarang lagi naik daun, apalagi dengan tren gaya hidup sehat dan organik. Banyak negara luar yang mulai cari alternatif minyak nabati yang lebih sehat dan natural dan minyak kelapa itu jawabannya.

Salah satu temen gue, namanya Ria, bahkan bikin usaha kecil dari turunan kelapa coconut oil cold pressed. Dia ambil kelapa dari petani lokal dan olah sendiri di rumah. Sekarang jualannya udah sampai luar kota, bahkan sempet ekspor kecil-kecilan ke Singapura. Dan ya, semuanya bermula karena dia peka liat tren naiknya permintaan kelapa.

Kalau lo kebetulan punya kebun kelapa atau keluarga lo masih punya lahan kosong, ini saat yang pas banget buat mikir ulang soal potensi komoditas ini. Gue kasih beberapa tips berdasarkan ngobrol sama petani-petani sukses

Rawat pohon kelapa secara rutin

Banyak orang pikir kelapa itu tanam tinggal, padahal sebenarnya butuh perawatan: pemupukan, pembersihan, sampai pemangkasan pelepah.

Selain bisa akses pasar yang lebih besar, biasanya juga dapet pelatihan tentang produk turunan dan cara pengolahan.

Coba olah jadi produk bernilai tambah. Minyak kelapa, kerajinan dari sabut, atau bahkan minuman es kelapa muda yang dikemas kekinian.

Kenaikan Harga Kelapa Ini Jadi Titik Terang Buat Banyak Petani

Tapi jangan puas dulu. Ini justru momen buat mikir: gimana caranya bikin bisnis kelapa lebih berkelanjutan? Gimana supaya harga nggak anjlok lagi kayak roller coaster.

Gue rasa, masa depan kelapa di Indonesia cerah banget asal kita bisa keluar dari pola lama “jual mentah, beli mahal”. Kalau kita mau, kelapa bisa jadi sumber penghidupan yang stabil dan berkah. Nggak cuma buat satu generasi, tapi bisa diturunin ke anak-cucu.

Leave a Comment